Minggu, 06 Oktober 2013

PIDATO MILAD MUHAMMADIYAH KE-104 H / 101 M




“MERAIH KEUNGGULAN UNTUK KEMAJUAN BANGSA”

Alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta‘ala bahwa hingga saat ini Muhammadiyah telah memasuki usia ke-104 H / 101 M dalam menjalankan risalah Islam di muka bumi ini. Usia yang panjang itu merupakan anugerah Allah Subhanahu Wa Ta‘ala yang sangat bermakna, sekaligus sebagai bukti dari hasil perjuangan yang tidak kenal lelah dari seluruh kekuatan Muhammadiyah disertai kepercayaan masyarakat atas segala misi dakwah dan tajdid yang dilaksanakan oleh Gerakan Islam ini. Tidak mudah bagi sebuah organisasi Islam untuk bertahan dalam rentang lebih satu abad, dengan suka dan duka perjalanan yang dilaluinya.
Banyak hal telah dirintis dan dikhidmatkan Muhammadiyah untuk umat dan bangsa melalui amal usaha dan amalan-amalan dakwahnya untuk kemajuan. Ada pula hal-hal yang belum tergarap dengan baik dan masih menjadi tantangan Muhammadiyah untuk dilaksanakan melalui misi dakwahnya. Berbagai rintangan pun telah banyak dilalui oleh Muhammadiyah dalam rentang usia yang panjang itu. Namun demikian Muhammadiyah tegak berdiri dan terus berkiprah tak kenal lelah untuk mencerahkan kehidupan umat, bangsa, dan dunia kemanusiaan universal. Meskipun kadang harus menghadapi rintangan, termasuk pada sebagian hal diabaikan atau disalahmengerti oleh sementara kalangan, Muhammadiyah tetap berjuang mengemban misi dakwah dan tajdid, sehingga sejarah membuktikan betapa Muhammadiyah lahir dan berkiprah untuk membawa negara dan bangsa ini menuju baldatun thayyibatun wa Rabbun ghafur serta mewujudkan Islam sebagai rahmatan lil-'alamin.
Pembuktian kiprah Muhammadiyah untuk bangsa dan negara secara resmi diakui oleh Pemerintah Republik Indonesia pada tahun 1961 ketika mengangkat Kyai Haji Ahmad Dahlan sebagai Pahlawan Nasional. Melalui Surat Keputusan Presiden Soekarno Nomor 657 tanggal 27 Desember l96l dikemukakan empat pertimbangan pengangkatan K.H. Ahmad Dahlan sebagai Pahlawan Nasional, yaitu: (1) K.H. Dahlan telah memelopori kebangunan Umat Islam Indonesia untuk menyadari nasibnya sebagai bangsa terjajah yang masih harus belajar dan berbuat; (2) Dengan organisasi Muhammadiyah yang didirikannya telah memberikan ajaran Islam yang murni kepada bangsanya; Ajaran Islam yang menuntut kemajuan, kecerdasan, dan beramal bagi masyarakat dan umat, dengan dasar iman dan Islam; (3) Dengan organisasinya Muhammadiyah telah memelopori amal-usaha sosial dan pendidikan yang amat diperlukan bagi kebangunan dan kemajuan bangsa, dengan jiwa ajaran Islam; (4) Dengan organisasinya bagian Wanita atau 'Aisyiyah telah memelopori kebangunan wanita bangsa Indonesia untuk mengecap pendidikan dan berfungsi sosial, setingkat dengan kaum pria.
Karena itu kalau ada yang mengabaikan atau kurang menghargai kiprah Muhammadiyah, maka hal itu menunjukkan kurangnya penghayatan atas sejarah nasional di mana Muhammadiyah berjuang sejak awal untuk kemerdekaan dan kemajuan Indonesia. Sebaliknya bagi mereka yang mendukung, berempati, dan bekerjasama dengan Muhammadiyah menunjukkan pemahaman dan visi kebangsaan yang konstruktif dalam membaca sejarah bangsa, sekaligus menjadikan Muhammadiyah sebagai bagian integral yang menyatu di tubuh bangsa ini dengan segala kiprah dan pengorbanan yang tanpa pamrih. Muhammadiyah sendiri tidak akan menghitung-hitung amal yang dilakukannya, namun pengungkapan atas kiprah perjuangan tersebut lebih untuk menjadi perenungan dan pembelajaran bagi generasi bangsa agar pandai menghargai jejak pejuangan seluruh anak negeri dan segenap komponen bangsa yang telah meletakkan fondasi kebangsaan di Republik ini.
Muhammadiyah tiga tahun yang lalu (tanggal 3-8 Juli 2010) telah menyelenggarakan muktamar satu abad di kota kelahirannya, Yogyakarta. Muhammadiyah senantiasa istiqamah memajukan kehidupan umat, bangsa, dan dunia kemanusiaan universal. Muhammadiyah berkomitmen kuat untuk menjadikan bangsa ini menjadi umat terbaik (khaira ummah) dan negara ini menjadi baldatun thayyibatun wa Rabbun ghafur (negara yang baik dan diampuni Tuhan). Misi Muhammadiyah tersebut ditorehkan sebagai panggilan dakwah mengajak pada kebaikan, menyuruh pada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar mengikuti jejak risalah Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta‘ala:
Artinya: “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yong munkar; merekalah orang-orang yong beruntung.” (QS Ali lmran: 04)
Kini Muhammadiyah berusia l04 tahun. Di tengah suasana memperingati Milad ini, dengan tetap mensyukuri apa yang positif telah diraih bangsa ini, Muhammadiyah sungguh prihatin dengan kondisi bangsa saat ini. Beban bangsa Indonesia di tengah bayang-bayang ancaman krisis ekonomi global saat ini terbilang berat. Masalah ketenagakerjaan, kemiskinan, kerusakan sumberdaya alam, kondisi masyarakat di daerah-daerah perbatasan, nasib pulau-pulau terluar/terdepan, konflik horizontal, terorisme, dan masalah kedaulatan negara di tengah cengkeraman hegemoni ekonomi-politik dunia. Beban berat itu bukan sekadar dalam bobot masalahnya yang memang kompleks, tetapi pada saat yang sama diperparah oleh penyakit kronis dan menular yang bernama korupsi. Dalam menghadapi masalahmasalah besar tersebut diperlukan langkah-langkah terobosan yang strategis, disertai sikap kepemimpinan yang reformatif, bekarakter moralis, dan berjiwa negarawan.
Muhammadiyah sebagai gerakan bermisi dakwah dan tajdid yang telah berdiri jauh sebelum Republik Indonesia berdiri (merdeka), senantiasa mengutamakan kepentingan dan kemajuan bangsa. Muhammadiyah meyakini bahwa Islam yang menjadi fondasi gerakannya senantiasa menggelorakan spirit kemajuan. Islam itu agama yang berkemajuan, Din al-Hadlarah. Kepada segenap umat Islam kami ajak untuk terus megoptimalkan kerja-kerja keumatan yang membawa pada keunggulan dan kemajuan "lil-izatil Islam wal muslimin" demi kejayaan Islam dan kaum Muslim. Jadilah umat terbaik untuk menyebarluaskan Islam sebagai rahmatan lil-'alamin.
Dalam kehidupan kebangsaan Muhammadiyah senantiasa istiqamah membawa misi dan visi kemajuan. Muhammadiyah sejalan dengan Khittah dan Kepribadiannya menegaskan sikap untuk konsisten dalam beramar ma'ruf dan nahi munkar, berkiprah nyata melalui berbagai amal usaha, serta bekerjasama dengan pemerintah dan seluruh komponen bangsa secara cerdas dan mengedepankan nasib bangsa. Apa yang dilakukan Muhammadiyah melalui berbagai kiprah dakwah dan amal usahanya semuanya terus dikembangkan ke arah keunggulan untuk dikhidmatkan bagi kemajuan umat, bangsa, dan kemanusiaan universal.
Karenanya Muhammadiyah mengajak seluruh elite bangsa untuk benarbenar berkiprah optimal untuk memajukan kehidupan bangsa guna mewujudkan cita-cita nasional di seluruh bidang kehidupan. Kepada semua pihak lebih-lebih para pemimpin bangsa mari tunjukkan sikap konsisten antara kata dan tindakan, menjunjungtinggi moral yang utama, menunaikan amanat rakyat, serta memperjuangkan kepentingan rakyat di atas kepentingan diri, kelompok, dan golongan. Muhammadiyah mengajak pemerintah di seluruh tingkatan untuk semakin meningkatkan komitmen dan kesungguhan dalam memajukan bangsa, disertai sikap mengedepankan keadilan dan kejujuran, berdiri di atas semua golongan, tidak partisan, bermitra dengan seluruh komponen bangsa termasuk Muhammadiyah, dan mampu menunjukkan jiwa kenegarawanan yang utama.
Muhammadiyah juga menyampaikan ajakan dan komitmen moral bahwa dalam membangun bangsa, tidak kalah pentingnya membangun kekuatan karakter atau akhlaq utama di tubuh bangsa ini yang mengedepankan kejujuran, keadilan, kedamaian, keterpercayaan, persaudaraan, kemandirian, dan nilai-nilai moral yang dibangun di atas kebenaran dan kebaikan. Masa depan bangsa ini tergantung pada keutamaan akhlaq warga dan para pimpinannya, disertai sikap jujur dan amanah dalam menunaikan tugas bangsa dan negara. Akhirnya segenap warga bangsa diajak untuk semakin meningkatkan iman dan taqwa sehingga Allah Subhanahu Wa Ta‘ala melimpahkan berkah-Nya untuk bangsa ini sebagaimana janji-Nya:
Artinya: "Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertalaua, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, makn Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya." (QS Al-A’raf: 96)
Marilah kita berdo'a kepada Allah Subhanahu Wa Ta‘ala, agar umat dan bangsa ini senantiasa berada dalam bimbingan-Nya, dianugerahi nikmat dan karunia-Nya, dijauhkan dari adzab-Nya, dan dilimpahi Ridha-Nya. Amin ya rabb al-'alamin. Nashrun minallah wa fathun qarib.

Yogyakarta, 08 Dzulhijjah 1434 H
l3 Oktober 2013 M
PIMPINAN PUSAT MUHAMMADIYAH

Selasa, 27 Agustus 2013

TABLIGH AKBAR DAN PERESMIAN SD MUHAMMADIYAH IMAM SYUHODO BLIMBING SUKOHARJO

Sukoharjo – Pondok Pesantren Muhammadiyah Imam Syuhodo menggelar Tabligh Akbar dalam rangka serah terima wakaf dan peresmian gedung SD Muhammadiyah Imam Syuhodo di Komplek Qatar Charity Kampus II Pondok Pesantren Muhammadiyah Imam Syuhodo Blimbing Sukoharjo Jawa Tengah, pada Ahad 25 Agustus 2013. Acara ini sekaligus sebagai silaturrahmi akbar warga Muhammadiyah se-Cabang Blimbing karena diselenggarakan masih di suasana Idul Fitri 1434 H.
Selain dihadiri warga Muhammadiyah se-Cabang Blimbing, tabligh akbar ini juga dihadiri perwakilan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se-Kabupaten Sukoharjo dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Solo Raya. Selain itu Tabligh Akbar ini juga dihadiri langsung oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. DR. H. M. Din Syamsuddin, M.A. hadir pula dalam deretan tamu undangan Wakil Bupati Sukoharjo Drs. H. Haryanto, M.M, Wakil Ketua DPRD Sukoharjo H. Nurdin, Ketua Umum PDM Sukoharjo Dr. H. Guntur Subiyantoro, M.Si, Sekretaris Jenderal PDM Sukoharjo H. Djumari, S.Ag, M.Si, Camat Polokarto Pardi, S.Sos, dan Kepala Desa Wonorejo Rudi Gunawan.
Sebelum memberikan tausiyahnya dalam acara ini, Prof. DR. H. M. Din Syamsuddin, M.A. diminta menjadi saksi serah terima wakaf tanah dari keluarga H. Bambang Sadono yang diterima oleh Ketua Majelis Wakaf PCM Blimbing Ir. H. Rahman Haryanto. Kemudian dilanjutkan penyerahan bangunan SD Muhammadiyah dari keluarga besar Hj. Shofiyah Hadi Suyoto yang secara simbolis ditandai dengan penyerahan kunci kepada perwakilan SD Muhammadiyah Imam Syuhodo Ustadz Andika Rahmawan. Di akhir prosesi serah terima wakaf, Ketua Umum PP Muhammadiyah tersebut sekaligus menandatangani prasasti peresmian gedung SD dan simbolis pengguntungan pita dengan didampingi Dewan Kyai Pondok Pesantren Imam Syuhodo, K.H. Muhammad Ghufron, B.A dan K.H. Ahmad Sangidu, B.A.
Acara semakin semarak karena selain serahterima wakaf dan persemian SD, acara juga diisi dengan penyerahan santunan dari Hj. Shofiyah pada anak-anak Panti Asuhan PKU Muhammadiyah Cabang Blimbing. Kemudian dilanjutkan penyerahan wakaf Alqur’an secara simbolis dari Direktur LAZISMU PDPM Sukoharjo Eko Pujiatmoko, S.E kepada Ketua Umum PCPM Blimbing Qiqin Afandi untuk kemudian digunakan untuk kepentingan umat.
Direktur Pondok Pesantren Imam Syuhodo Ustadz K.H. Yunus Muhammadi menyampaikan, pendirian SD Imam Syuhodo ini sekaligus menjawab kegalauan para orang tua santri alumni TK/BA Imam Syuhodo yang belum menemukan sekolah lanjutan setelah lulus. Menurutnya, hal ini menjadi salah satu indikator bahwa semakin hari kepercayaan masyarakat terhadap Pesantren Imam Syuhodo semakin tinggi.
“Indikator kepercayaan masyarakat kepada pesantren kita ada dua hal. Yang pertama, semakin banyak masyarakat kaum muslimin yang mewakafkan tanah maupun bangunannya pada pesantren kita. Dan yang kedua, semakin hari kepercayaan masyarakat memasukkan putra-putrinya semakin tinggi hingga kita terpaksa harus banyak menolak santri yang mendaftar,” jelasnya.
Mewakili keluarga besar pemberi wakaf, Brigjend. Inf. H. Ahmad Isnanto yang merupakan salah satu putra Hj. Shofiyah dalam amanatnya berpesan pada pengelola pesantren agar bisa menjalankan amanah wakaf dengan sebaik-baiknya, dengan akuntabel dan transparan.
“Pesan kami, kembangkan Pondok Pesantren ini secara berkelanjutan dan terus menerus sehingga menjadi pondok pesantren unggulan dan menjadi kebanggaan masyarakat. Diharapkan kedepan semakin bisa dan mampu mengikuti dengan perkembangan IPTEK yang sejalan dengan iman dan takwa sehingga dapat mengikuti perkembangan jaman,” lanjutnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PDM Sukoharjo H. Djumari, S.Ag, M.Si mewakili Ketua Umum PDM dalam sambutannya mengingatkan pada jamaah mengapa KH. Ahmad Dahlan diangkat sebagai pahlawan nasional sehingga kita bisa meneladaninya. Beliau mengingatkan pula bahwa kemunduran umat Islam saat ini adalah karena semakin menjauh dari ajaran dan akhlak Islam, sehingga kita sebagai warga Muhammadiyah harus  memperbanyak amal dan berjuang untuk tegaknya akhlak dan moral yang Islami.
Sedangkan Wakil Bupati Sukoharjo Drs. H. Haryanto, M.M dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada Pesantren Imam Syuhodo yang baru saja meresmikan unit pendidikan baru, yaitu SD.
“Semoga SD Muhammadiyah Imam Syuhodo nantinya mampu melahirkan generasi yang berkualitas, mampu melahirkan manusia baru sebagai intelektual yang ulama dan ulama yang intelektual. Manusia yang teguh dalam ilmu dan iman,” harapnya.
Setelah beberapa sambutan selesai dan tiba giliran Prof. DR. H. M. Din Syamsuddin, M.A. memberikan tausiyahnya, beliau sempat membuka dengan candaan.
“Kalau ditempat lain disebut tabligh akbar karena pembicaranya tokoh nasional, ada lagi di lain tempat karena jamaah yang diundang banyak. Kalau disini, disebut tabligh akbar karena pembicaranya banyak,” katanya yang disambut riuh tawa jamaah yang hadir.
Selanjutnya, tokoh nasional dengan nama lengkap M. Sirajuddin Syamsuddin ini juga menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada keluarga Hj. Shofiyah dan H. Bambang Sadono yang sudah mengamanahkan wakafnya kepada persyarikatan. Beliau juga berpesan kepada para pimpinan persyarikatan dimanapun agar bisa menjaga kepercayaan masyarakat kepada Muhammadiyah tersebut dengan mengelolanya dengan sebaik-baiknya, karena hal tersebut adalah salah satu yang menjadikan Muhammadiyah menjadi besar.
Prestasi Pendidikan Muhammadiyah
Ketua Umum PP Muhammadiyah dua periode ini juga memberikan contoh bahwa banyak siswa sekolah-sekolah yang dikelola Persyarikatan Muhammadiyah semakin hari semakin menunjukkan prestasinya baik di tingkat lokal, nasional maupun internasional.
“Muhammadiyah adalah pelopor pendidikan nasional. Maka sekolah Muhammadiyah harus senantiasa tampil dengan ciri khas, kelebihan dan keunikan lembaga Muhammadiyah,” lanjutnya.
Beliau juga berpesan secara khusus kepada Ustadz K.H. Yunus Muhammadi yang juga Ketua Umum PP Ittihad Al Ma’ahid Al Muhammadiyah (ITMAM)/Perhimpunan Pesantren Muhammadiyah agar mempertahankan posisi Pesantren Imam Syuhodo yang selama ini dijadikan percontohan oleh pesantren lain maupun oleh pimpinan persyarikatan yang akan mendirikan pesantren diseluruh Indonesia.
Muhammadiyah dan Politik
Pada akhir-akhir ceramah, Prof. DR. H. M. Din Syamsuddin, M.A. mengingatkan bahwa sebentar lagi rakyat Indonesia sebentar lagi akan menghadapi tahun politik pada 2014 nanti. Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, Muhammadiyah selalu saja seperti gadis cantik yang menjadi incaran para politisi. Maka beliau berpesan kepada para pimpinan persyarikatan agar tidak menjual diri.
Din Syamsuddin, mengimbau kepada masyarakat untuk lebih cerdas dalam menggunakan hak pilihnya. Ia bahkan mengizinkan masyarakat untuk tidak menggunakan hak pilihnya jika merasa tidak ada pemimpin yang sesuai dengan hati sanubari.
Beliau juga mengatakan selama ini Muhammadiyah memilih jalur perjuangan melalui budaya, dakwah dan pelayanan sosial. Sementara para politikus memilih melakukan perjuangan melalui sistem struktural.
Fenomena yang terjadi dalam politik praktis saat ini, lanjutnya, adalah kekuatan uang. Banyak politikus bermain curang demi mendapatkan kekuasan tersebut. Oleh karena itu, ia berharap masyarakat saat ini semakin cerdas.
“Jangan mau menjadi korban politik. Anda harus benar-benar tahu apa yang diberikan oleh politikus. Gunakan hati sanubari, kalau memang tidak ada yang cocok tidak memilih tidak apa-apa,” jelasnya.
Beliau menyebutkan selama ini Persyarikatan Muhammadiyah tidak berrafiliasi dengan partai politik manapun. Jika ada anggota Muhammadiyah yang terlibat di politik kekuasaan, harus membawa nilai-nilai ke-muhammadiyahan.
“Muhammadiyah tidak berpolitik kekuasaan. Muhammadiyah juga bukan organisasi politik dan tidak berafiliasi kepada partai politik manapun secara kelembagaan,” tegasnya.
Beliau mengimbau kepada warga Muhammadiyah untuk menerapkan nilai prinsip. Baik perjuangan melalui dakwah ataupun politik melalui jalur struktural sama pentingnya. Beliau juga mengingatkan  pelaku poltik di tingkat struktural agar jangan menyeleweng karena dapat merugikan rakyat.
Partisipasi politik diserahkan ke individu masing-masing. Kendati demikian, beliau menekankan kepada jamaah yang hadir dalam tabligh akbar itu untuk bersikap cerdas dalam menyalurkan haknya.
Dengan diresmikannya SD Muhammadiyah Imam Syuhodo, kini Pondok Pesantren Imam Syuhodo telah lengkap memiliki unit pendidikan dasar dan menengah, yaitu Bustanul Athfal (BA), Sekolah Dasar (SD), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Takhasus (Pra-SMA), Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Senin, 11 Februari 2013

Muscab Nasyiah Blimbing 2013


Dalam rangka reorganisasi kepengurusan, Pimpinan Cabang Nasyiah Blimbing Kecamatan Polokarto menyelenggarakan Musyawarah Cabang (MUSCAB) pada Ahad 11 Februari 2013 di Aula MTs Muhammadiyah Blimbing Komplek PonPes Modern Imam Syuhodo Sukoharjo. MUSCAB Nasyiah kali ini selain dihadiri oleh perwakilan Pimpinan Ranting Nasyiah se-Kecamatan Polokarto, juga dihadiri oleh perwakilan Ortom Muhammadiyah tingkat cabang seperti PC Muhammadiyah, PC Aisyiyah, PC Pemuda Muhammadiyah, PC IPM, PC Tapak Suci dan Kwarcab Hizbul Wathan.
Tema yang diambil dalam Muscab 2013 kali ini adalah, “Bangkit dan Bersatu dalam Nasyiah.” Diantara agenda kegiatannya yaitu, menilai laporan pertanggungjawaban dan pendemisioneran pengurus PCNA Blimbing periode sebelumnya dibawah kepemimpinan Sri Harsini, S.S, menyusun program kerja serta memilih formatur/anggota inti pimpinan cabang untuk periode kepemimpinan berikutnya.
Muscab memilih dan menetapkan 7 orang anggota Nasyiah sebagai formatur yang selanjutnya bertugas untuk memilih Ketua Umum dan menyusun kelengkapan kepengurusan periode selanjutnya. Ketujuh orang tersebut adalah Ani Sholikhah, Sri Wahyuni, Ulfa Sularsih, Era Risa Astuti, Nur Fitriyana, S.Pd, Kurnia Puspa Sari dan Nevi Tri Winarsih, A.Ma. Sedangkan Ketua Umum terpilih adalah Ani Sholikhah dari Nasyiah Ranting Wonorejo yang merupakan peraih suara terbanyak dalam pemilihan formatur.

BELI SUKOHARJO EXPO 2013


::: DARI MUHAMMADIYAH UNTUK SUKOHARJO :::

Beli Sukoharjo Expo 2013
30 Maret – 6 April 2013
Gedung Budi Sasono Sukoharjo

Menghadirkan berbagai macam produk :
-  Expo Pendidikan
-  Expo Produk Sukoharjo
-  Expo Amal Usaha Muhammadiyah
-  Bazar Buku Islam
-  Moslem Fashion
-  Produk Herbal
-  Dll
Didukung dengan berbagai event menarik :
-  Tabligh Akbar
-  Special Talk Show
-  Lomba Anak
-  Live Perform Music Religi
-  Donor Darah
-  Doorpize

Daftarkan Usaha & Acara Anda Sekarang Juga...!!!

INFORMASI :
Fotocopy Mbah Asmo (utara SMAN 1 Sukoharjo) Jl. Pemuda 47 Sukoharjo, Telp (0271) 593074, Webblog : belisukoharjoexpo.blogspot.com, E-mail : belisukoharjoexpo@gmail.com

Acara ini diselenggarakan oleh : PD Pemuda Muhammadiyah Kab. Sukoharjo

Didukung sepenuhnya oleh :
-       PD Muhammadiyah Kab. Sukoharjo,
-       PD Aisyiyah Kab. Sukoharjo,
-       Pemerintah Kab. Sukoharjo,
-       IIBF Sukoharjo
 
Template designed by Liza Burhan