Jumat, 17 Agustus 2012

Materi Darul Darqom: Retorika Dakwah


RETORIKA DAKWAH: Strategi Penyampaian Materi*)
Oleh : Furqan Mawardi, S.Pd.I
(Ketua Bidang Pendidikan  dan  Kader PD Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Sukoharjo)


A.  PENGERTIAN RETORIKA / PUBLIC SPEAKING
1.      Secara Bahasa
a.    RHETORICA (bhs. Latin)
b.    RHETORIC (bhs. Inggris)
c.    KHUTHBAH (bhs. Arab)
d.    Pidato / Ceramah (bhs. Indonesia)
2.      Secara Istilah
a.    Skill / Art of oratory
b.    The art of using language effectively
c.    The study of writing or speaking as a means of communication or persuasion
d.    Seni berkomunikasi secara efektif  untuk mempengaruhi pendengar/pembaca, baik dalam bentuk lisan/tulisan.
B.  Tujuan
Mempengaruhi pihak lain agar  mau mengikuti keinginan atau minimal memahami maksud si pembicara.
C.  UNSUR RETORIKA
1.    Komunikator / source
2.    Pesan / message
3.    Media / channel
4.    Komunikan / receiver
5.    Skill / art
D. EFEK
1.    Efek kognitif/pengetahuan
2.    Efek afektif/hati/perasaan
3.    Efek behavioural/sikap/perilaku
4.    Jika tidak sesuai efek yang diharapkan, mesti ada hambatan komunikasi pada unsur retorika.
E.  Cara Penguasaan
Untuk mahir berpidato, yang diperlukan hanya 2 hal, yaitu:
1.      Memahami Ilmu Retorika (Teori)
Banyak orang pintar dengan seabrek ide, tapi kesulitan dalam mengkomunikasikan idenya.
2.      Perbanyak pengalaman dengan latihan/praktek.
Bakat dan pengetahuan memang penting, tetapi bukan jaminan. Sebaliknya, banyak orang yang tidak berbakat tetapi karena mau belajar dan latihan, akhirnya ia bisa dan bahkan menjadi ahli.
            Biarkan pengalaman yang mengasah karena pengalaman adalah guru terbaik.
F.   Yang perlu diperhatikan seblm berpidato:
  1. Kenali medan lebih dulu.
a.    Jenis acara: Pengajian umum/terbatas, syukuran, manten, taziyah.
b.    Siapa audiens yang diajak bicara (usia, latar belakang pendidikan dan sosial budaya, kondisi psikis, jamaah tetap/berganti-ganti, apa yang sudah / belum dan             perlu mereka ketahui) dan berapa kisaran jumlahnya.
  1. Kuasai materi/persoalan. Kita harus selalu siap dengan materi (di saku/dompet) dengan alur pesan yang jelas dan mengalir. Siapkan materi mulai dari:
a.    Pendahuluan.
b.    Isi Pidato.
c.    Penutup berupa kesimpulan.
  1. Kuasai teknik berpidato
G.  TAHAP PERSIAPAN
1.      Pilih topik yang spesifik, berbobot dan menarik bagi kita dan  jamaah, serta relevan untuk dibahas. Lebih baik lagi jika topiknya diminta oleh jamaah.
2.      Perkaya informasi dengan penelitian sederhana melalui buku referensi yang dapat dipertanggungjawabkan, internet dan diskusi kecil.
3.      Catat poin-poin dan dalil-dalil penting dengan alur jelas di kartu/kertas (seukuran kuarto dilipat dan dibagi menjadi 4 atau 6) sebagai penuntun supaya tidak keluar dari konteks.
Ingat: catatan hanya s
ebagai alat bantu sehingga jangan sampai mengganggu kontak komunikasi dengan audien.
4.      Gunakan bahasa yang menyenangkan dan mudah dipahami.
5.      Gunakan alat bantu audio-visual (multimedia) jika dibutuhkan dan dianggap lebih efektif dalam menyampaikan pesan.
H. PENDAHULUAN PIDATO
  1. Pendahuluan / introduksi adalah pengantar awal yang mengkondisikan pendengar siap masuk ke dalam masalah yang akan dibahas, sekaligus menghilangkan sekat komunikasi antara pembicara dengan pendengar (misal dengan perkenalan singkat).
  2. Sifat Pendahuluan tidak boleh panjang-panjang dan harus dibuat seefektif mungkin, namun tetap menarik dan menggugah antusias dan rasa penasaran audien untuk mendengar pesan selanjutnya.
  3. Ingat: Kesan  pertama harus “menggoda” selanjutnya terserah Anda …
I.     MEMBUAT PENDAHULUAN YANG EFEKTIF
Tips untuk menarik perhatian audien:
  1. Mulailah bicara dengan nada positif, penuh keakraban.
  2. Jangan mulai dengan minta maaf atas ketidakmampuan.
  3. Jelaskan pentingnya topik ini diketahui oleh audien sebagai pemecah masalah yang dihadapinya.
  4. Cerita fakta atau anekdot yang memukau audien.
  5. Ajak audien untuk berpikir dan memecahkan masalah dengan mengajukan pertanyaan untuk dijawab.
  6. Jangan mengawali pidato dengan membaca teks.
J.     Bagaimana mengatasi nervous/demam panggung”?
  1. Nervous adalah hal biasa. Semua orang mengalami.
  2. Nervous tidak untuk dihilangkan, tapi dikontrol. Caranya:
a.         Ketahui Penyebabnya dan latih cara mengatasinya.
b.         Kuasai materi –jika perlu pegang catatan-, karena sangat berpengaruh terhadap mental.  
c.         Semua orang punya kelebihan dan kekurangan.
d.         Ingat: Jangan bermain di wilayah yang tidak dikuasai.
e.         Ketika merasa bingung, coba datang lebih awal untuk mengakrabi audien, sambil mencari info pendukung.
f.          Tarik nafas dalam-dalam namun perlahan
g.         Pikirkan sesuatu yang positif yang membuat Anda rileks.
h.         Jika tangan gemetar, jangan pegang kertas/taplak.
K.  Yang Perlu Diperhatikan Saat Berpidato
1.    Tetap fokus dan konsentrasi.
2.    Meski monolog, tapi jangan monoton.
3.    Lihat perkembangan sikon (situasi dan kondisi) jama‘ah, apakah terjadi perubahan antusias audiens ataukah tetap. Jika antusias audiens menurun, gaduh dan tidak kondusif menyampaikan pesan, keluarkan  jurus baru (cerita, joke, info terbaru, dan semacamnya).
4.    Jika tetap gaduh, gunakan jurus pamungkas, yakni akhiri segera dengan inti persoalan, salam dan turun dari mimbar. 
L.   MEMBUAT PENUTUP YANG EFEKTIF
Penutup pidato harus memiliki efektivitas tinggi. Bila kurang efektif bisa merusak seluruh isi presentasi. Beberapa cara menutup pidato yaitu:
  1. Menutup pidato dengan kesimpulan (poin-poin penting yang  jelas dan tidak lepas dari tujuan).
  2. Menutup pidato dengan harapan/ajakan untuk bertindak.
  3. Lakukan kontak mata sugestif dan jangan baca teks.
  4. Menutup pidato dengan kutipan ayat, hadis atau kata-kata hikmah.
  5. Menutup pidato dengan tantangan.
  6. Menutup pidato dengan ilustrasi, humor atau kisah hikmah.
M.4 UNSUR PENTING RETORIKA DAKWAH
1.      Personality
a.    Kepribadian menarik dan simpatik.
b.    Dapat diteladani.
c.    Penampilan proporsional.
2.      Struktur pesan
a.    Kejelasan ide pokok, topik dan tujuan.
b.    Organisasi pesan dan alur.
c.    Bobot informasi: urgen, relevan dan dibutuhkan.
d.    Harus menarik, aktual dan baru.
e.    Llustrasi: contoh dan fakta.
3.      Linguistik
a.    Bahasa yg mudah dipahami.
b.    Artikulasi: jelas dan fasih.
c.    pitch (nada) dan intonasi.
d.    volume dan kecepatan bicara.
e.    gesture  (gerak/bahasa tubuh).
f.     ekspresi wajah (mimik).
4.      proxemic
a.    Kedekatan hubungan.
b.    Jarak, batas dan tempat.
c.    Jalinan komunikasi.
d.    Empati.
N. PENUTUP
  1. Asah terus kemampuan tabligh dengan memperbanyak pengalaman, banyak belajar dan latihan. Dengan pengalaman yang banyak maka masalah spontanitas dan nervous dapat diatasi dengan baik.
  2. Sebagai muballigh, kemampuan mengkomunikasikan ide dan pikiran memang penting. Tetapi sebaik apapun ucapan dan cara berpidato kita akan sia-sia dan tidak berkesan bila tidak disertai dengan keteladanan yang baik.
  3. Ingat! satu keteladanan yang baik karena  Allah Subhanahu Wa Ta’ala lebih baik daripada seribu nasihat tanpa didasari dengan keteladanan.

*) Disampaikan dalam acara Melati Tunas dan Darul Arqom yang diselenggarakan oleh Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Cabang Blimbing pada Rabu, 15 Agustus 2012 di Pondok Pesantren Modern Imam Syuhodo Blimbing Sukoharjo.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Template designed by Liza Burhan